INFO TRAVELLING

Melahirkan Serupedia Ke Dunia Maya

Melahirkan Serupedia Ke Dunia Maya
Menjadi hal lumrah jika orang ingin menciptakan sebuah karya. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Menciptakan karya banyak tujuannya, dari ingin disanjung puji sampai ingin menggali pundi-pundi rizki. Sejak jaman SMA saya memang selalu tergerak untuk menciptakan karya apapun itu. Lagu sampai membuat orang tertawa lewat canda.



Saat kuliah, dunia masih belum dikatakan melek akan dunia yang satu ini. Ya! dunia maya namanya. Dunia maya masih menjadi asing dan masih indah mencari apapun lewat dunia nyata. Orang banyak menciptakan situs, website bahkan jejaring sosial, namun masyarakat masih sedikit sekali yang menggunakan dunia maya.

Namun, dunia maya tak menyerah begitu saja. Sampai akhirnya dia bisa menaklukan dunia dengan koneksinya. Sekarang orang sangat gampang untuk berselancar di dunia maya. Mencari apapun tinggal klik atau search di google. Dapat !

tampilan awal serupedia

Ada keraguan saat akan membuat sebuah karya di dunia karya. Ragu karena apakah bisa diterima dan bisa bermanfaat buat banyak orang. Tapi keraguan itu sirna seiring tekad bahwa dalam hidup perlu ada karya dan bermanfaat buat orang lain.

"Sebuah portal blog". Ya! itulah ide yang tercetus dengan seketika. Apa namanya? dulu masih bingung! Nama yang dipilihpun asal-asalan.Tercetus saintekseru, serubanget sampai iTechnoPage. Namun nama itu tak mencuat di otak. mandeg.

Sampai akhirnya, tercetus sebuah nama di tanggal 24 januari 2012. SERUPEDIA. ya nama yang terbentuk dari dua kata. Seru dan Pedia. Seru, karena saya ingin membuat karya ini sangat seru dan membuat orang tertarik. Lagi dan lagi. Pedia adalah sebuah nama yang disematkan oleh sebuah situs raksasa bernama wikipedia. Kenapa pedia? karena nama itu sangat erat kaitannya dengan info yang bermanfaat.

Dari mana kontennya? awalnya saya hanya mengandalkan copas. Namun itu sama sekali bukan sebuah hal yang baik bagi intelektualitas. Awalnya semangat karena blog terselubung begitu gandrung dengan copas. Bahkan mereka mimiliki slogan " berbagi ilmu tak harus cerdas, bisa juga copas". Tapi lambat laun, tidak bangga juga punya karya tapi dari hasil mencuri jerih payah orang. Sampai akhirnya saya memutuskan menggunakan teknik dalam membuat ilmu. Menampilkan referensi. Membahasakan sendiri dan yang penting adalah berkreasi sendiri.

Di tiga bulan awal. Blog itu masih berlebel serupedia.blogspot.com. Tapat pada tanggal 29 Maret 2012 berganti menjadi serupedia.com. Lambat laun, trafikpun meningkat. Pada saat itu rata-rata 100 pageview/perhari. Lumayan buat blog baru. Semakin haripun semakin bertambah. Dan itu yang membuat saya bertambah bersemangat untuk terus membesarkan karya ini.

Di tahun 2013, saya bertemu teman yang merupakan orang yang mengajari saya pertama kali ngeblog. Namanya Sony Ramadhan. Saat itu saya mengajaknya untuk bereng-bareng menggarap serupedia dan membesarnya. Sony pun akhirnya bersedia. Dan saya bertambah semangat lagi. Konten demi konten kami buat dengan penuh semangat. Dan akhirnya rasa lelah itu terpuaskan karena trafik terus bertambah. Bisa mencapai 7500 pageview/hari. Namun uang belum kunjung datang. Disaat itulah Sony akhirnya mundur secara perlahan dari serupedia.


serupedia di tahun 2014

Mundurnya Sony membuat saya kekurangan semangat menguru serupedia, namun hal itu tidak membuat saya tidak berlarut-larut. Saya tetap mengurus serupedia sendirian. Membuat konten demi konten tanpa lelah. Disaat itu ada murid saya di SMA Taruna Bakti, Muhammad Taufiq, menawarkan diri untuk menjadi penulis, dengan antusias saya menerimanya. Namun intensitas ngepost tidak terlalu sering. Walau demikian saya senang karena saya tidak sendiri mengurus serupedia.

Ditahun awal tahun 2014 juga menjadi momentum baik, karena serupedia bisa bekerja sama dengan situs terkenal milik artis terkenal Christian Sugiono, Malesbanget.com. Trafik serupedia pun melonjak tajam, bisa sampai 30 K/hari. Rasa lelah pun terbayar. Kami sangat rajin bertukar konten. Kerjasama yang sangat menguntungkan, mengingat malesbanget.com adalah media besar sampai saat ini.


kerjasama dengan malesbanget.com

Mengurus serba sendiri memang sangat merepotkan sekaligus menguntungkan. Saat itu serupedia telah termonetisasi. Dan google adsense lah yang menyumbang pundi-pundi uang. Saya nikmati sendiri. Tapi sangat menyita waktu sekali. Sampai akhirnya di akhir 2014 kerjasama dengan malesbanget.om terputus, gara-gara saya kehilangan waktu mengurus sendiri.

Trafik pun akhirnya drop lagi. Di tahun ini juga tanpa sadar serupedia terkenal pinalty google. Banyak artikel yang terreindex yang menyebabkan trafik ambruk, alexa turun drastis. Ini akibat bergantinya algoritma google saat itu. 

Saya hampir menyerah. Tidak bersemangat dan bingung harus ngapain. Membuat konten pun akhirnya seadanya. Puncaknya pada bulan september 2015 saya vakum hampir setahun. Serupedia mati suri. Saya tidak menjamahnya lagi. Walau tidak diurus, trafik selalu ramai. 1500 PV/hari. Saya hampir benar-benar mematikan serupedia.

Sampai suatu saat, pada pertengahan februari 2016, ada line yang masuk ke line saya. Datang dari adik tingkat saya di jurusan fisika UPI, Rahadian Sri Pamungkas. Dia menanyakan tentang serupedia. Saya jelaskan saja bahwa serupedia sedang vakum dan tidak ada yang menggarap. Namun dia memberanikan untuk menawarkan diri mengurus serupedia. Awalnya saya ragu, tapi saat melihat passion dan semangatnya saya jadi yakin dan semangat kembali mengurus serupedia sampai saat ini.

Meet up pun sering dilakukan untuk terus membesarkan serupedia. Dan alhamdullilah trafik serupedia terus meningkat seiring waktu. 


serupedia saat ini. 2016.


Walau belum bisa sebesar situs seperti kaskus, malesbanget dll. Kami percaya kekuatan mimpi. Menggarapnya seperti melakukan typing point. Dan saya percaya hal itu. Tying point mengajarkan bahwa jika kita melakukan sesuatu sedikit demi sedikit dan dilakukan dengan konsisten serta kerja keras, suatu saat titik-titik yang kita kerjakan itu akan meledak dan menjadi besar.

Membesarkannya sama seperti membesarkan pohon jati. Harus dijaga, dirawat bahkan sampai terus diperhatikan.  Saya tidak terlalu memikirkan hasil. Yang penting karya ini bisa bermanfaat untuk banyak orang dan terus bisa dinikmati. Dan yang membuat saya senang adalah saat banyak celotehan bahwa mereka adalah pembaca setia serupadia dan merasa serupedia bermanfaat. Ini seperti bahan bakar dan penyemangat yang melebihi uang.

Serupedia saat ini...

Saat ini, saya ingin serupedia tidak hanya sekedar milik saya. Tapi bermimpi saya adalah serupedia bisa dimiliki semua orang. Melalui artikel ini saya mengaja kepada rekan-rekan yang membaca tulisan ini untuk menjadi Kontributor dan Guest Blogger. Jika punya blog, akan saya tampilkan profil teman-teman dan akan saya tanamkan backlink yang insyaALLAH berkualitas. 

Caranya? Hubungi saya di sms atau WA di 085722815800. Nantu kita bicarakan lebih lanjut.

Belajar dari Konsep Briliant dan Idealisme .NET TV

Belajar dari Konsep Briliant dan Idealisme .NET TV
Disaat stasiun televisi berlomba-lomba mengejar rating dan menyuguhkan tampilan yang kurang mengedukasi, lahirlah sebuah stasiun TV yang benar-benar menyuguhkan tanyangan yang berkualitas dan beda dari yang lain. Tidak mengejar rating semata namun acara yang disuguhkan sangat mengedukasi dan menghibur pemirsanya. Ya ! Stasiun TV itu bernama .NET TV.


Televisi yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 2013 ini mengusung slogan Televisi Masa Kini. Slogan ini seolah menjadi pembeda dari stasiun televisi yang lain.  Televisi yang berbeda dan lebih menitikberatkan pada kualitas program-programnya.

NET TV yang memiliki nama lengkap Net Mediatama Indonesia ini merupakan wujud idealisme dari sang pendiri Wisnutama yang ingin mendirikan stasiun TV sesuai dengan perkembangan jaman dan kekinian. Konsepnya sangat sederhana, disaat televisi lain ingin mengejar rating tinggi, maka NET hanya ingin mewujudkan ketenangan yang diimpikan oleh para penikmat acara televisi sehingga tak ingin menghadirkan konten televisi yang bersifat provokatif seperti program gosip atau perdebatan politik. 

Rasa tenang dan juga kenyamanan yang didapat penikmat televisi menjadi salah satu poin penting yang menjadi pakem dalam membuat acara-acara chanel NET TV.

Saya selalu melihat program yang ditanyangkan NET. memang sangat memikirkan kualitas dari pada mengejar rating tinggi. Terkadang iklan yang ditampilkan tidak banyak seperti stasiun TV lainnya. Ini membuktikan bahwa NET sangat konsen pada proses kreatif dalam membangun kualitas program.

Tidak hanya itu properti yang digunakan pun terkesan elagan dan super keren. Mengingatkan kita pada program-program stasiun televisi luar negeri. Hal ini tentunya sangat memperkaya khasanah dan fungsi kualitas dalam setiap programnya.

Apa yang bisa kita petik pelajaran sebagai seorang blogger?

Perkembangan internet yang sangat pesar dan luar biasa, membuat orang ingin berkecimpung di dunia blogger dan hal ini membuat jumlah blogger menjadi sangat banyak, tidak hanya ribuan melainkan puluhan juta blogger.

Tidak sedikit para blogger yang menggunakan jalan pintas untuk menjadikan bloggernya menghasilkan banyak uang dan bisa kaya raya dari aktivitas blogging. Tindakan-tindakan licik pun dilakukan, misal mengcopy paste hasil karya orang tanpa mencantumkan sumber, melakukan blackhat dalam SEO, sampai membuat konten yang asal-asalan. Mereka sangat memikirkan bagaimana memproduksi konten sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan kualitas konten itu sendiri.

Jika kita berkaca pada NET maka blogger-blogger seperti ini lah sangat jauh dari kesan berkualitas dan elegan. 

Untuk membuat konten yang berkualitas memang membutuhkan proses yang lama. Tidak boleh sembarangan jika hasilnya tidak mau sembarangan. Itu yang selalu pegang teguh di setiap membuat konten demi konten di blog ini. 

Tahap yang paling susah adalah mencari ide tulisan. Ini bisa membutuhkan waktu yang lumayan lama. Kadang jika kita paksakan terkadang mentok dan semakin membebani kita sebagai blogger. Sebaik-baiknya hal yang dilakukan untuk mendapatkan ide menulis adalah banyak berinteraksi dengan orang, media dan alam bawah sadar kita, karena ide briliant akan kita dapatkan pada saat itu.

NET seolah mengajarkan pada kita bahwa membuat konten yang berkualitas haruslah out of the box dan berbeda dari kebanyakan konten program. Setelah mendapatkan ide menulis adalah biarkan imajinasi kita berkembang untuk melahirkan konten berkualitas. Lewat imajinasi kita bisa berkelana kesana kemari untuk mendapatkan hasil konten yang benar-benar bermanfaat, menginspirasi dan berkualitas.

Saya selalu suka denga kalimat nasehat dari Albert Einstei, "Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik masa depan. Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan."

Dalam membuat konten blog, pengetahuan hanya digunakan untuk memperkaya tulisan tidak membuat konten menjadi berkualitas. Yang membuatnya jadi berkualitas dan memiliki daya tarik adalah berkat imajinasi yang luar biasa.

Nah apa yang ditampilkan NET juga merupakan buah dari imajinasi dan proses kreatif yang luar biasa. Dalam memproduksi, pastinya semua kru memiliki daya pikir yang kuat ditambah proses imajinasi yang membuat konten NET benar-benar berkualitas.

Dari sanalah, dalam setiap blogging saya selalu menerapkan konsep acara NET TV. Luapakan SEO yang kadang membuat kita terbelenggu. Menulislah dengan hati dan imajinasi. Karena sesungguhnya hal itu merupakan kekuatan seorang blogger yang memiliki idealisme. 

Jangan terpaku pada bagaimana artikel saya bisa masuk page one Google, atau keyword apa yang harus saya gunakan. Saya yakin, bila teman-teman terbelenggu dengan itu, maka pikiran kita seperti terpenjara dan larut dalam ketidakbebasan menuangkan ekspresi sebagai blogger.

Bagaimana menjadi blogger yang punya idealisme?

Setelah kita belajar dari konsep NET dalam mengusung program, maka selanjutnya adalah bagaimana menjadi blogger yang memiliki idealisme? Karena NET juga bisa begitu karena idealisme yang tinggi. Tidak melihat uang sabagai segalanya.

Sebelum saya uraikan bagaimana menjadi blogger yang memiliki idealisme, kita harus pahami dulu apa itu idealisme.

Menurut saya, Idealisme adalah suatu keyakinan atas suatu hal yang dianggap benar oleh individu yang bersangkutan dengan bersumber dari pengalaman, pendidikan, kultur budaya dan kebiasaan. Idealisme tumbuh secara perlahan dalam jiwa seseorang, dan termanifestasikan dalam bentuk perilaku, sikap, ide ataupun cara berpikir.

Jadi secara singkat, idealisme adalah kekuatan diri untuk menyakini sesuatu yang menurut kita benar. Disini hal yang terpenting adalah cara berpikir yang benar. Tidak termakan realitas yang ada. Dari idealisme ini lah akan lahir pemikiran-pemikiran besar, seperti apa yang dilakukan Bung Karno terhadap negeri ini.

Namun seiring sejalan, idealisme ini akan luntur oleh proses realitas dalam hidup. Misalnya uang atau tahta. Lewat dua hal ini sifat idealisme akan mudah terpengaruh sampai tidak lagi memiliki idealisme.

Begitupun saat menjadi blogger, saat kita memiliki idealisme tinggi, lalu melihat teman kita mendapat puluhan ribu dollar, maka idealisme yang sudah ditanam dalam dirinya terlupakan begitu saja. Ia lalu ngotot menjadikan uang adalah tujuan utama dalam blogging. Hal ini tentunya akan berakibat buruk, jika cara-cara yang dilakukan buruk. Mengingat dunia blogging itu membutuhkan fase waktu yang lama untuk bisa sukses dan menikmati hasilnya.


Oke saya akan menguraikan bagaimana menjadi blogger yang idealisme versi saya setelah melihat konsep idelisme dari NET. Saya yakin teman-teman pun punya cara masing-masing untuk menjadi blogger yang punya idealisme.

1. Menulislah dengan hati

Menulis adalah menyalurkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Hal ini yang terkadang sering kita abaikan, bahwa membawa hati kita dalam tulisan adalah sebuah yang penting untuk membawa pembaca terbawa emosinya dan bisa mengapresiasi tulisan kita. 

Kebanyakan dari kita menulis itu dengan SEO dan mendewakan google. Saya tidak mengatakan bahwa SEO dan Google itu tidak penting, tapi jika itu sudah merasuki alam pikiran kita, kita bakal jadi blogger yang hanya mementingkan bagaimana caranya mendapat sesuatu tanpa diiringi ketuluasan dalam menulis.

2. Menuangkan isi kepala dengan penuh kreativitas

Kreativitas adalah memanifestasikan diri pada pencapaian yang berkualitas. Jika sudah begitu, kita akan selalu berpikir bagaimana menghasilkan konten yang kaya pemikiran sekaligus memimiliki manfaat, minimalnya menggugah.

Rujukannya bukan uang semata. Proses kreativitas memungkinkan kita menemukan jalan pemikiran yang mengalir dan setiap prosesnya akan selalu kita nikmati. Berbeda jika kita selalu berpikir uang. Yang timbul adalah kepenatan jika uang tak kunjung hadir saat kita mendalami dunia blogging. Dan akhirnya kita pergi dari dunia blogging yang asyik ini.

3. Tujuan utama adalah selalu bermanfaat untuk orang lain

Bagi saya, menjadi blogger yang punya idealisme adalah blogger yang tidak berpikir menjadi yang terbaik, tapi selalu berpikir untuk selalu bermanfaat bagi orang lain. Karena blogger terbaik belum tentuk bermafaat, tapi blogger yang bermanfaat pasti memiliki nilai kebaikan untuk sesama dan lingkungannya. Terbaik itu relatif, namun bermanfaat itu sudah pasti.

4. Selalu berpikir maju 

Berpikir maju bukan berarti harus berlari jauh ke depan. Seperti hanlnya NET yang selalu berpikir kedepan dalam setiap pencapaiannya, maka sebagai seorang blogger, kita harus punya arah yang jelas kedepannya.

5. Lupakan uang,uang dan uang.

Seperti yang sudah saya sebutkan di point kedua, lupakan uang. Yang harus segera kita lakukan adalah menikmati proses kreatif dan selalu mengupayakan kualitas dalam setiap tulisan yang kita buat.

Saya juga masih terus belajar menuju proses itu. Namun saat tekad sudah semakin bulat maka kita akan selalu senang menjalani. Kaya uang bukan segalanya, tapi kaya pemikiran adalah hal utama yang harus dicapai blogger dimanapun.

Intinya menulislah untuk manusia bukan untuk mesin pencari.

Sekian. Adios.


Tisna Sanjaya : Untuk Merubah Sistem Berkarat Itu Harus dengan Proses Kreatif

Tisna Sanjaya : Untuk Merubah Sistem Berkarat Itu Harus dengan Proses Kreatif
Pada bulan April 2016 lalu, Saya dan rekan kerja Pak Iwan dan Pak Bagja menyempatkan menjenguk salah seorang seniman dan budayawan ternama, Tisna Sanjaya, yang saat dirawat di Rumah Sakit Santosa, Bandung. Kami kenal karena beliau adalah suami dari Ibu Molly Agustina yang merupakan rekan kerja kami di SMA Taruna Bakti

Walau sudah separuh baya, tapi kami sering memanggilnya Kang Tisna. Karena memang beliau memiliki jiwa muda yang luar biasa. 



Pria kelahiran Bandung, 28 Januari 1958 ini, memiliki sifat yang humble dan open mind. Namanya mulai terkenal banyak orang melalui karya-karyanya dalam bidang seni rupa terutama lukisan yang terpajang di puluhan kali pameran yang diselenggarakan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sejak 1995-an, Beliau banyak mendapat perhatian dari para pengamat seni rupa Indonesia dan bahkan internasional, karena karya-karyanya banyak mengungkapkan tema-tema kepincangan sosial dan politik di Indonesia, terutama semasa Soeharto masih berkuasa. Karya-karyanya pada masa itu cenderung ke seni abstrak yang menjauhkan diri dari realitas sosial dan lebih berorientasi pada persoalan dalam diri (mikrokosmos) senimannya, atau tema-tema yang universal. 

Beliau juga selalu peduli terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan, seperti menyertakan karyanya didalam pameran solidaritas untuk sang empu tari Mimi Rasinah yang terbaring sakit serta korban musik Underground di Bandung, 2008. 

Selain aktif dalam senirupa, ia juga di daulat memerankan sosok Kabayan dalam acara di televisi setempat di Bandung, STV yang mengangkat kenyataan sehari-hari yang dialami warga. Ia tertarik memerankan tokoh kabayan karena sejak kecil ia suka kabayan selain Batman, Zoro, dan Tarzan. Ia ingin memerankan tokoh Zoro sang pembela rakyat yang tertindas dalam konteks di tatar Sunda. 

Beliau juga melakukan terobosan dengan mendobrak tradisi formalisme seni grafis di ITB, dengan mulai membuat karya-karya bertema permasalahan sosial politik di Indonesia. Dari semua itu tampaknya yang masih tetap ia perjuangkan adalah perlawanan terhadap kekerasan. Setelah menyelesaikan S-2nya di Jerman, ia meneruskan program doktoral (S-3) di tempat yang sama (1997-1998). [Sedikit referensi dari wikipedia].

Selain pintar menghasilkan karya seni, ternyata Kang Tisna juga pintar mewujudkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Ia rela menukar salah satu hasil karyanya dengan lahan tanah di Desa Cigondewah, Cimahi yang dulunya dipenuhi sampah.

Di lahan itulah dibangun sebuah rumah seni yang kini dijadikan tempat beraktifitas oleh warga setempat.

Walau telah banyak melahirkan pencapaian besar dalam berkarya yang luar biasa, Kang Tisna adalah sosok yang sangat ramah, tetap rendah hati dan nyaman untuk di ajak sharing atau sekedar ngobrol-ngobrol santai. Yang saya kagumi dari Beliau adalah semangat berkaryanya yang tinggi dan luar biasa. Setiap saya main ke rumahnya, saya selalu "melototin" hasil karya-karyanya yang memang sangat luar biasa. Dan diketahui, sebelum kang Tisna dirawat, Beliau telah menggarap pameran di Museum Nasional, Jakarta.

Saat itu bukan hanya kami yang menjenguk Beliau, saat yang berbarengan, Beliau juga dijenguk oleh adik dan mahasiswanya sehingga kesempatan ngobrol hampir terlewatkan begitu saja. 


Setelah adik dan mahasiswanya pamit, kesempatan ngobrol itu ada. Maka dengan ramah Kang Tisna membuka percakapan dengan menunjukan video kegiatan pameranya di Museum Nasional, Jakarta, yang menampilkan adegan melukis tembok dari bahan berkarat yang  bersama Mendikbud Anis Baswedan.

Dalam video itu, Pak Anis Baswedan sangat antusias melukis dengan cat yang disediakan pada tembok yang telah disediakan oleh Kang Tisna. Pak Anis melukis gambar hati dan di coret dan menulis kata manifesto. Sangat dalam memang maknanya.



Tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, saya berani bertanya dan mengemukana opini seputar vidoe itu. Diskusi kecil dan ringan pun berjalan. Kang Tisna dengan gamblang menceritakan apa makna dibalik karyanya itu. Dan kalimat yang saya catat dan disimpan baik-baik adalah :

"Untuk merubah sistem yang sudah berkarat caranya bukan dengan berkoar-koar, tapi dengan proses kreatif yang terus dilakukan  terus menerus tanpa lelah"

Memang benar, saat bangsa ini sudah tidak menentu hingga melahirkan sebuah sistem yang berkarat. Maka yang harus dilakukan adalah ikut merubahnya sedikit demi sedikit dengan dengan cara-cara kreatif dan solutif. Tidak dengan cara membesarkan omongan dan opini-opini miring, hingga kita jadi bagian dari  masalah. Mungkin tepatnya lebih baik memposisikan diri menjadi solusi dari pada ikut berkarat menjadi polusi.

Tidak hanya dilingkungan bangsa dan negara, dilingkungan yang kecil, misal lingkungan kerja atau organisasi, jika sistemnya sudah berkarat diikuti dengan hati dan pikiran orang-orang didalamnya yang sudah membatu, maka untuk merubahnya harus dengan cara-cara kreatif walau dilakukan sedikit demi sedikit. Karena cara-cara ini akan melahirkan proses kreatif yang mampu mendorong semuanya kearah yang lebih baik.

Pesan moralnya memang sangat dalam. Tak perlu banyak bicara untuk merubah sesuatu yang terjadi dilingkungan kita. Yang harus dilakuan adalah bersikap diam dan bertindak banyak. Kerjakan apa saja yang sekirannya bisa dikerjakan sehingga menghasilkan karya demi karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Karena sebuah karya yang bermanfaat adalah wujud nyata dari tindakan yang benar. Sedangkan Ocehan berbusa adalah wujud nyata dari dangkalnya pemikiran.

Proses kreatif berasal dari buah pikiran yang digali lewat gagasan-gagasan orisinil. Ia akan berkembang jika sering dilatih dan digunakan.  Ada Pepatah mengatakan, “Pikiran itu seperti parasut…..yang hanya akan berfungsi bila terbuka”. Untuk menuju proses kreatif maka kita harus selalu menggunakan pikiran kita dengan sebaik-baiknya.

Dalam tulisan Kreatif itu Muncul Saat Bahagia, saya menyebutkan bahwa untuk menjadi kreatif keadaan kita harus senang dan bahagia. Secara tidak langsung Kang Tisna juga mengisyaratkan untuk merubah sesuatu diperlukan kebahagian. Karena dengan begitu kita bisa jadi kreatif.

Obrolan singkat itu harus kami akhiri karena kami harus pamit dan kembali ke SMA Taruna Bakti. Namun walau singkat, Kang Tisna telah membuka pikiran saya untuk terus menjadi orang yang belajar kreatif dan menjadi solusi untuk masalah apapun.

Nuhun Kang...

Dan Biarkan Putih Abu-abumu Jadi Sejarah

Dan Biarkan Putih Abu-abumu Jadi Sejarah

Tahun pelajaran 2015/2016 memang terasa sangat mengesankan, karena untuk kali pertama saya diamanahi menjadi wali kelas, setelah sekian lama menjadi Koordinator Ekskul di SMA Taruna Bakti Bandung. Dan yang berkesan adalah bisa jadi wali kelas XI-5 yang notabene adalah kelas dengan siswa yang aktif dan kreatif.



Menjadi wali kelas memang bukan pekerjaan gampang. Tugasnya adalah membimbing anak walinya dan terus memantau perkembangan akademik, mental maupun administrasi belajar siswa. Dan yang paling penting adalah mengkomunikasi kan setiap pencapaian apapun dengan orang tua di rumah.

Wali Kelas adalah orang tua di sekolah dan harus menganggap anak walinya sebagai anak sendiri. Dan itu yang saya lakukan. Menjadi orang tua di sekolah bagi mereka. Senang rasanya.

Awal tahun ajaran baru menjadi awal saya melakoni sebagai wali kelas. Di sela-sela perkenalan, saya mengajak anak wali saya untuk menjadikan kelas ini, menjadi yang kreatif, kompak dan beda sama yang lain. Karena itu adalah cara untuk menikmati sekolah di usia remaja.

Kekompakan adalah hal utama untuk membangun kelas yang menyenangkan. Dengan kompak kita bisa sedih dan bahagia bersama-sama. Dan yang terpenting adalah indahnya masa SMA akan terasa disini.


Selain kompak, yang selalu saya tekankan adalah untuk bisa menjadi yang berbeda dari kelas lain. Biarlah kelas lain unggul dalam bidang akademik, tapi kita bisa unggul dalam kreativitas. Karena sejatinya orang kreatif itu pasti pintar, tapi orang pintar belum tentu kreatif.

Ternyata benar, omongan saya didengar oleh mereka. Mereka benar-benar menjadi kelas yang kompak dan kreatif. Keadaan kelas selalu ceria dan penuh dengan canda tawa. Mereka menikmati setiap harinya di kelas itu.

Masa SMA memang masa yang paling indah. Sayang jika dilewatkan dengan cara biasa-biasa saja. Di masa ini seseorang menemukan jati dirinya sebagai seorang manusia. Baik tidaknya di masa depan, ditentukan oleh masa SMA. Karena disini lingkungan benar-benar menentukan arah perkembangan emosional dan mental mereka. 

Jika lingkungan baik maka mental emosional pun akan baik. Artinya sangat berbanding lurus.

Saya selalu berusaha menciptakan suasana kondusif bagi perkembangan mental mereka. Karena menurut sejumlah ahli psikologi, remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”.



Kelas XI memang akan jadi kelas yang mengasyikan. Kami benar-benar menikmati kebersamaan, dari mulai Bali tour sampai acara apapun yang diselenggarakan disekolah.

Masa SMA yang kemarin dan hari ini tercipta akan menjadi sejarah yang takkan terlupakan bagi kami. Saya juga sebagai guru, serasa kembali pada jaman menggunakan putih abu-abu. Jaman dimana segalanya bebas dan luar biasa. Jaman dimana hidup tanpa batas terlaksana.

Saat SMA adalah saat-saat penuh makna yang kemudian menjelma menjadi kenangan. Menciptakan sejarah yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita nanti. 

Menurut Nana Sudiana, yang dilansir di Kompasiana, yang paling indah dari masa SMA adalah Kebersamaan. Ikatan komunal usia SMA juga termasuk yang paling kuat di banding sebelum atau setelah usia SMA. Usia ini lagi-lagi adalah usia penemuan jatidiri yang mulai ditapaki, orang sudah mulai meninggalkan masa anak-anak dan remaja. 

Saat yang sama, ia sesungguhnya cukup cemas dengan masa depannya. Jadilah di usia ini sifat komunal tumbuh kuat sebagai sebuah jalan mengurangi rasa cemas. Maka dari itu, acara-acara jalan-jalan bareng, nongkrong bareng,  bolos bareng sampai di setrap (di hukum) bareng merupakan sesuatu yang dinikmati anak usia SMA.

Toh mereka sadar, sudah mulai ada konsekuensi yang harus di terima yang berbeda dengan usia sebelumnya. Misalnya saat memilih jurusan, ketika ia memilih eksakta (fisika dan biologi pada jaman dahulu) tentu saja ia menyadari akan seperti apa masa depan mereka kelak dengan pilihan ini. Dan begitu mereka merasa berkomunitas (sesuaijurusan-nya masng-masing), maka dengan sendirinya mereka harus beraktualisasi dalam peer group mereka ini. Perasaan satu nasib, satu pilihan (walaupun bisa jadi awalnya terpaksa) atau satu entitas menyatukan dan membuat kohesivitas pertemanan menjadi demikian erat. 

Kadang secara ekstrem, bila menyangkut kelompok atau komunitas mereka, persoalan salah dan benar bisa terabaikan. Karena dibalik kesiapannya menuju proses kedewasaan, ia masih diliputi rasa cemas secara personal. Ia membutuhkan teman dan juga komunitas yang sedikit banyak bisa memberikan rasa aman. 

Inilah indahnya SMA.

Dan Biarkan Putih Abu-abumu Jadi Sejarah.

Berbagi Cerita dengan Wulan Guritno di Kelas Inspirasi Sinema

Berbagi Cerita dengan Wulan Guritno di Kelas Inspirasi Sinema
Pada tanggal 30 Maret 2016 lalu, ditempat saya bekerja, SMA Taruna Bakti Bandung, kedatangan artis kondang Wulan Guritno dalam rangkaian acara Kelas Inspirasi Sinema menyambut Hari Film Nasional yang jatuh pada hari itu juga.


Acara yang digelar oleh Kemdikbud itu, memang dirancang untuk sekolah-sekolah yang telah ditunjuk sebagai wadah inspirasi insan perfilman untuk bisa berbagi dengan komunitas pendidikan dan generasi muda. Dan kebetulan sekolah dimana saya bekerja terpilih dari sekian banyak sekolah di Bandung.

Enggak mau menyia-nyiakan acara itu, saya pun sangat antusias mengikuti acara yang berlangsung salama hampir 4 jam itu. Dengan berlaga membawa kamera, saya hilir mudik mengabadikan momen itu sekaligus modus agar bisa melihat mbak Wulan Guritno yang cantik banget dengan jelas. Hehehe...


Ada banyak pesan moral yang diceritakan Wulan Guritno dalam berbagi inspirasi dengan siswa/i dan guru yang ada pada acara itu. Ia menceritakan bagaimana perjalan karirnya sebagai seorang artis dari nol sampai sekarang, yang dilalui dengan jalan yang tidak mudah dan serba instan.

"Untuk menjadi bintang yang besar tidak semudah yang dipikirkan, kita membutuhkan passion yang sejalan dan ambisi yang kuat untuk meraihnya dan jangan pernah putus asa"

Itu kurang lebih kalimat yang saya rangkum saat mendengarkan apa yang Mbak Wulan sampaikan.

Menjadi seorang yang sukses memang tidaklah mudah. Banyak banget rintangan yang bakal dilalui. Survive tidaknya kita ditentukan oleh semangat juang yang tinggi. Jika kita lihat, persaingan di dunia entertainment memang sangat ketat dan tidak segampang yang kita bayangkan. Banyak artis yang berguguran karena tidak sanggupnya menerima persaingan yang teramat sulit.

Jika hanya bermodal tampang, dijamin artis tidak akan bertahan lama. Karena tampang adalah sesuatu yang segera sirna dimakan oleh waktu. Maka untuk terus bisa survive yang dimiliki oleh seorang artis adalah skill dan bakat yang luar biasa. Mereka terus survive karena karya bukan karena sensasi semata.

Hal yang saya garis bawahi juga dalam penyampaian mbak Wukan dalam acara tersebut adalah bahwa passion adalah hal yang harus dimiliki untuk mencapai tangga kesuksesan. Tanpa passion mungkin perjalanan karir kita sebagai apapun serasa tidak bernyawa alias asal ada saja. 

Passion adalah nyawa dalam mengerjakan apa yang kita geluti. Tanpa passion kita akan menjadi orang yang kehilangan arah dan gairah dalam melakukan sesuatu. 

Benar apa yang dikatakan Steve Jobs, Jalan satu-satunya untuk benar-benar puas adalah melakukan apa yang anda yakini sebagai karya besar. Dan, satu-satunya jalan untuk melakukan yang besar adalah dengan mencintai apa yang anda kerjakan.

Dengan passion, karya bahkan pencapaian besar akan lahir. Karena passion akan menumbuhkan perasaan cinta pada apa yang kita kerjakan. Passion yang membuat seseorang bertahan dalam impiannya meski ketika keadaan tidak sesuai dengan yang diharapkannya. 

Passion jugalah yang membuat seorang Michael Jordan tidak menyerah untuk terus bermain basket meski dia dikeluarkan dari tim basket di kampusnya. 

"Aku bermain basket karena aku mencintainya, kebetulah saja aku dibayar...".(Michael Jordan).

Jadi intisari yang bisa saya dapatkan dari acara Kelas Inspirasi Sinema tersebuat adalah bekerja sebagai apapun, baik itu guru, artis, blogger dan lain-lain, yang paling terpenting dan utama adalah kita bisa mencintai pekerjaan kita sehingga passion yang tinggi akan tumbuh dalam diri kita.

Dengan begitu seberat apapun persaingannya akan bisa kita lalui dengan mudah dan tanpa perasaan berat untuk menjalaninya. Dengan passion juga kita akan melakukan pekerjaan dengan ikhklas dan tulus serta tidak pernah terserang rasa bosan. Dalam proses pencapaiannya keuntungan materi (uang) bukan menjadi tujuan utama.

So, itulah yang bisa saya dapatkan dari cerita Inspirasi Mbak Wulan

Terimakasih Wulan Guritno

Tantangan Menjadi Guru Fisika !

Tantangan Menjadi Guru Fisika !

Kalo ditanya guru apa yang paling menantang untuk dijalanin? Jawaban dari pertanyaan itu mudah untuk dijawab, karena jawabannya adalah Fisika. Kenapa? Karena fisika adalah mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh para siswa di sekolah. 


Ini adalah tantangan berat bagi guru fisika dimanapun. Termasuk saya. Bukan mengecilkan hati, tapi ini kenyataan. Mengingat di lapangan banyak sekali siswa yang kesusahan dengan fisika.

Mengapa fisika begitu menantang? Baik, saya akan coba jabarkan versi saya. Ketika saya menjadi guru fisika, tantangan yang dihadapi adalah bahwa siswa/i tidak suka dengan cara berfikir fisika yang dianggapnya rumit dan sulit, bahkan mengada-ada. 

Misal, dalam soal fisika ada 2 buah mobil bertabrakan, biasanya akan ditanyakan berapa kecepatan mobil dan berapa momentumnya? Bagi mereka hal itu kurang penting dan tidak bermanfaat. Mereka menilai bahwa jika ada tabrakan,yang harus dilakukan ya ditolongin. Tapi yang jadi permasalahan adalah bukan momentum dan kecepatannya, tapi fisika lebih pada melatih dan membentuk pola pikir yang baik dari kasus yang dihadapi. 

Fisika mengajarkan bagaimana menganalisis dan menyelesaikan masalah.

Ada hal lain ketika fisika sudah disadingkan dengan matematika. Konsep yang sederhana akan menjadi tterlihat menjadi rumut. Dan itulah titik lemah fisika yang dipandang siswa sebagai hal yang susah untuk dipelajari. 

Tapi itulah fisika. Fisika sangat bisa disederhanakan karena memeng sejatinya fisika itu memang sangat sederhana.

Disaat ada siswa mengeluh tentang susahnya fisika, sampai dia berkata " Pak, apasih manfaatnya fisika? Ribet". Saya hanya bisa tersenyum dan mengajukan pertanyaan balik " Coba kalian sebutkan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang tidak berfisika?". 

Mereka menyebut satu persatu dan saya coba jawab pertanyaan mereka satu persatu. Saya mengatakan ilmu fisika itu sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa ilmu fisika, mungkin sekarang tidak ada iPhone dll. Maka dengen memberikan penekanan bahwa fisika itu sangat bermanfaat, akan membuat siswa menjadi lebih terbuka dengan fisika.


Quaote : " Fisika bukanlah ilmu yang mempelajari angka-angka, tapi mempelajari kehidupan "

Menjadi Guru yang Bersahabat

Menjadi Guru yang Bersahabat
Saya memilih profesi guru karena kecintaan pada dunia pendidikan. Karena lewat dunia itu saya pun akhirnya bisa bertemu dengan dunia blogging yang sama-sama menyenangkan untuk dikerjakan. Kerena lewat pendidikan jugalah nasib suatu bangsa ditentukan. 


Saat memutuskan untuk menjadi guru memang bukan mengambil keputusan yang gampang, sebab saat ini guru dianggap pekerjaan yang bukan 'main-main' namun penghasilannya 'main-main'. Beda dengan artis yang bekerja 'main-main ' tapi berpenghasilan bukan main. Cita-cita saya dulu tinggi. Inggin bekerja di perusahaan bonafit dan menghasilkan banyak uang. 

Tapi prinsip itu kemudian lahir : Uang bukan segala-galanya.

Saya mengawali profesi sebagai guru pada tahun 2008 silam. Saat itu saya diterima di sebuah bimbingan belajar ternama di kota Bandung. Awalnya sebagai batu loncatan, sambil menunggu panggilan lamaran di Jakarta.

Namun seiring waktu, ada kenikmatan tersendiri menjadi seorang guru. Walau harus bertemu dengan siswa nakal, tidak menghargai bahkan kurang ajar, tapi kenikmatan sesungguhnya dari seorang guru adalah menjabat pekerjaan termulia kedua setelah nabi. Guru mengajarkan banyak hal pada saya saat itu bahkan sampai sekarang.

Saya sangat menikmati kepuasan dalam mengajar jika ilmu yang saya sampaikan bisa mereka tangkap dan dipelajari dengan baik, dengan antusias mereka bertanya dan saya menjawab apa yang ada diisi kepala mereka. Itulah kepuasan yang tidak diperoleh dari pekerjaan manapun.

Menjadi guru memang pekerjaan yang penuh tantangan. Tantangan terbesar nya adalah saat pekerjaan lain dituntut mengolah data, maka menjadi guru adalah pekerjaan yang dituntut untuk mengolah manusia.  Mengolah manusia adalah bukan perkara yang mudah. Perlu urat sabar yang tebal dan mental yang tahan banting. Namun semuanya perlu memakai hati. Jika salah mengajari maka rusaklah sebuah generasi.

Proses belajar tidak saya maknai hanya berada diluar kelas semata. Pendidikan bukanlah hal kaku yang membelenggu isi pikiran mereka. Pendidikan hendaknya membebaskan pikiran mereka, sehingga mereka memiliki kebebasan berpikir yang baik dalam memecahkan apapun.

Bebas untuk beraktualisasi. Bebas menemukan passion mereka. Sehingga jati diri mereka bisa diisi kemualian dan kebaikan.



Pada Juli 2010, saya akhirnya diterima di salah satu sekolah elit di Kota Bandung. SMA Taruna Bakti. Mengajar di sekolah tentunya sangat berbeda mengajar di bimbingan belajar. Saat mengajar di sekolah kita di tuntut untuk menjadi guru yang tegas sekaligus bersahabat. Tidak mudah memang harus seperti itu. 

Tegas tidak sama dengan galak. Tegas adalah sebuah cara dalam mendidik dengan menilai sesuatu secara objektif. Jika mereka salah akan saya tegur dan nasehati. Jika mereka baik, akan saya hargai dengan sebaik-baiknya.


Untuk menjadi guru yang bersahabat saya selalu menerapkan semboyan Ki Hajar Dewantara. Ingarso Suntulodo, ing madya mangun karso dan Tut wuri handayani. Semboyan tersebut selalu menjadi penguat saya untuk selalu menjadi guru yang baik bagi mereka. 

Ing Ngarso Suntulodo

Menjadi guru adalah pemimpin di ruangan kelas. Sebagai seorang pemimpin, hendaknya seorang guru memberi contoh sauri tauladan yang baik untuk murod-muridnya. Guru harus bisa menjadi contoh yang baik, karena hakekatnya pendidikan adalah kegiatan mencontoh sesuatu. Jika tidak bisa menjadi contoh yang baik, maka murid akan kehilangan arah dalam belajar dan mengambil rti dalam belajar.

Ing Madya Mangun Karso

Dari slogan ini, guru hendaknya bisa memberikan semangat yang berlebih untuk para siswanya. Motivasi dari seorang guru, akan sangat berharga jika motivasi itu disampaikan dengan betul.

Tut wuri handayani

Semboyan terakhir ini seolah menjadi pembakar semboyan sebelumnya. Guru harus bisa menjadi pendorong untuk kemajuan siswa. Menjadi sauri tauladan saja tidak cukup. Menjadi penyemangat saja tidak cukup. Yang melengkapi itu semua adalah guru harus bisa menjadi pendorong semangat dan teladan yang baik bagi siswanya.

Dari ketiga slogan tersebut, saya kemudian membuat versi, bagaimana menjadi guru yang bersahabat dengan siswanya. Oke! hal-hal dibawah ini yang bisa saya uraikan versi saya.

1. Bisa masuk ke dunia mereka

Salah satu yang bisa saya lakukan untuk bisa bersahabat dengan siswa-siswa saya adalah menyelami dunia mereka. Ini bukan berarti kita harus menjadi sosok yang segala tahu atau sok tahu. Yang harus dilakukan adalah mengenali dan sering berdiskusi dengan mereka. Semisal, Jika saat ini sedang booming Band Barasuara, maka setidaknya kita bisa tahu lagunya dan menshare apa yang  kita tahu dan bertanya apa yang tidk kita tahu.

2. Menghargai setiap passion mereka

Bagi saya nilai akademis bukan segalanya. Nilai bisa dicari lewat usaha belajar. Tapi passion mereka didapatkan bukan dari belajar, tapi harus mencintai apa yang mereka kuasai. Misal, jika ada anak yang urang dipelajaran saya, maka pada saat itu saya tidak menjudge dia sebagai siswa yang bodoh.  Saya akan cari passionnya dimana. Jika passionnya di musik, maka akan saya dorong dan beri semangat untuk mempelajari musuk sampai keakar-akarnya. Bila perlu memberi apresiasi padanya.

3. Tidak menyempitkan pemikirannya

Guru bukanlah makhluk paling pintar di dunia ini. Maka tak seharusnya guru menyempitkan pikiran setiap siswa yang dia ajar. Siswa harus diberikan kebebasan berpikir untuk memecahkan setiap masalah. Jika pada ahkirnya salah, maka tugas gurulah untuk membenarkannya.

4. Bertindak ramah dan baik

Ramah dan menyenangkan itulah yang sangat disukai siswa. Dengan keramahan kita sebagi guru, maka siswa akan merasa nyaman dan bisa terbuka pikirannya dengan sang guru. Tak ada batas pemikiran antara guru dan murid, karena seyogyanya guru juga adalah insan pembelajar yang terus belajar.

5. Tidak menghakimi untuk setiap kesalahan. Pebaiki !

Setiap kesalahan siswa bukan jalan untuk menghakimi. Bagi saya kesalahan setiap siswa menjadi tanggung jawab guru untuk lebih membimbing dan mengarahkan kearah yang lebih baik.

Itulah share mengenai guru yang saya peroleh dari pengalaman. Semoga kekurangannya bisa dicermati. Bila perlu dikritisi. 

Copyright © INFO TRAVELLING. All rights reserved. Template by CB